Kata pengantar Chapter 6. Patrick Almighty

Standard

Halo teman-teman pembaca Patrick Almighty. Sebelumnya saya memohon maaf atas penundaan posting Chapter 6 yang cukup lama. Sekitar 4 bulan. Hehehe. Sebenarnya ada cukup banyak alasan saya kenapa menunda terlalu lama.

1. Sibuk dengan kerjaan kantor

Saya mulai kerja 2 Mei dan kerjaanku itu programming, yang menuntuk aktifitas otak yang cukup berat. Boro-boro bisa mikirin chapter baru, weekend bawaannya pengen main gara-gara weekdays mumet. *Jujur kan*

2. Banyak musibah

Bulan demi bulan ada aja musibah, Juni, Juli, sampai Agustus, makanya jadi banyak pikiran. Tentunya ga perlu dibahas disini, malah curcol jadinya. Haha.

3. Masih belum ada inspirasi untuk beberapa bagian plot

Walaupun cerita novel ini sudah kepikiran plot akhirnya, aku masih sulit untuk menyusun cerita yang menuju kesananya. Mungkin karena ga ada pendidikan penulis ya. Jadinya hal ini yang demotivasi saya banget untuk ngepost chapter baru.

4. I don’t know whether people read this novel or not

Tadinya posting novel blog ini dengan ekspektasi ada yang baca syukur, ga ada yang baca ya udah. Aku udah coba minta RT-in @HumorGereja di twitter bahkan tapi ga ada respon. Dari alur cerita yang singkat dan bahasa yang ga bertele-tele, aku kepikiran kalo target novel blog ini adalah kalangan SMP sampai Mahasiswa tingkat 1. Kalo lebih dewasa dari itu sepertinya ga akan suka cerita yang gampang ditebak, joke yang garing, dll. Prove me wrong on that. So, siapa sih yang baca? Nah, plus 3 alasan pertama diatas, nunda terus deh keasikan. Toh, ga ada yang aware juga kalo gw ga lanjutin ceritanya.

Mulai sekarang saya ingin serius nulis lagi. Karena enggak cuma pembaca aja, penulisnya juga pengen novel blog ini paripurna alias kelar. Hehe. Jadi stay tune ya. Komitmen saya 1 bulan sekali post 1 chapter. Moga bisa ditepati. Tentunya kalau ada interaksi dari pembaca yang antusias saya jadi semangat.

Patrick Almighty sudah punya facebook page. Jadi kalau kamu pembaca dari novel blog ini, silahkan dilike ya.