People, the ways they correct typos [REPOST]

Standard

The perfectionist one

X: Eh bro, kematian lo ngapain kerumah gw?

X: typo *Eh bro, kemarin lo ngapain kerumah gw?

The anti-mistaken one

X: Eh bro, kematian lo ngapain kerumah gw?

X:typo *kematian = kemarin

The ordinary one

X : Eh bro, kematian lo ngapain kerumah gw?

X : typo *kemarin

The lazy one

X : Eh bro, kematian lo ngapain kerumah gw?

X :*rin

worst,

The innocent one

X : Eh bro, kematian lo ngapain kerumah gw?

silent

Y : Hah? kematian?

X : ? apa?

 

This is a re post of my tumblr. You can find the original here.

My Writing Project

Standard

Sekarang gw mulai merasa bahwa menulis itu sangat penting. Telat yak. Terutama sebagai tanda bahwa gw pernah memiliki pikiran dan bisa berpikir. Ada pepatah abal-abal yang mengatakan bahwa, menulis bagi manusia adalah seperti pipis bagi anjing, yaitu digunakan untuk menandai sesuatu agar dapat dikenali sesama. Baru paragraf pertama sudah ngelantur? Oke saya minta maaf. Yang bener itu analoginya gajah mati meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan karya. Walaupun sudah tidak relevan sekarang karena justru gajah mati karena diambil gadingnya.

Untuk proyek tulisan, saya memiliki 3 buah blog pribadi yang memiliki isi dan tujuan yang berbeda. Ketiga blog ini akan senantiasa saya coret-coret dengan buah pikiran saya. (tetot, mengulang-ulang kata saya)

1. emer’s zone (mrzon.wordpress.com)

Yang pertama adalah blog ini, yaitu blog dimana tulisan ini dipost. Blog ini saya tujukan untuk menulis hal-hal random seperti tulisan ini, pengalaman pribadi, cerita jayus, kritik, pokoknya hal-hal ga penting deh. Blog ini juga akan menampung hal-hal yang berkaitan dengan tulisan saya di blog yang lain. Saya akan repost tulisan dari blog ini ke saya punya tumblr.

2. Life Without Role Model Blog (lifewithoutrolemodel.wordpress.com)

Nah, blog ini, yang namanya panjang dan semoga domainnya ga dipake orang, akan saya gunakan untuk menampung tulisan-tulisan yang (semoga) bermanfaat. Blog ini akan ditulis dengan bahasa Inggris, dan tulisannya pun akan lebih akademis dibanding blog pribadi saya ini. Kenapa nama blognya “Life without role model”? Itu karena, saya tidak pernah memiliki seseorang yang cukup dekat untuk dijadikan panutan. Sehingga saya cenderung untuk mencoba-coba segala hal dan lebih tak terpetakan jalan hidupnya. Mungkin di luar sana banyak orang-orang seperti saya. Makanya, nama blognya lebih mewakili experience saya sebagai seorang insan tanpa panutan. *yazek

Hal yang baru saya ketahui atau tidak mainstream akan saya sajikan secara sistematis disini. Topik yang akan saya bagikan disini adalah dalam ruang lingkup Ilmu Komputer, Linguistik, Sejarah, Filosofi, Seni (musik, film, atau konten berkualitas) yang ga mainstream, dan Ilmu Praktis lainnya. Semoga bermanfaat deh. 🙂

3. Patrick Almighty Novel Blog (patrickalmighty.wordpress.com)

Blog ini adalah tempat dimana novel saya yang berjudul “Patrick Almighty” dipost. Kenapa gw tiba-tiba ada kepikiran bikin novel? Kaya bakal ada yang baca aja. Sia-sia dong. LOL. Ketakutan seperti itu sempat terlintas sih, apa lagi saya kan bukan seseorang yang pernah nulis. Cerita yang ga jelas, plot yang ancur, joke yang jayus, dll, sebenarnya membuat saya takut untuk dicibir orang lain yang tentunya lebih berbakat daripada saya atau juga oleh orang yang punya pengalaman membaca buku segunung. Tapi, seperti yang blog kedua saya tujukan, walaupun tanpa role model dalam ranah penulisan novel, saya ingin membuktikan bahwa saya juga bisa belajar. Terutama belajar untuk gagal. Jadi novel blog ini adalah usaha pertama saya untuk belajar bagaimana menyajikan cerita kepada pembaca.

Cerita dari blog ini terinspirasi oleh film “Bruce Almighty”, seorang pemuda umur 30an yang diberikan kekuatan Tuhan untuk dipergunakan selama 7 hari. Nah, jadi si Patrick ini, yang menjadi pemeran utama, bukannya memiliki kekuatan Tuhan, malah memiliki kekuatan Iblis. Nah lho, penasaran juga kan? Ayo mulai baca, sampai tulisan ini dibuat, baru ada 4 chapter kok. Novel ini diupdate seminggu sekali. Mungkin pas chapter tengah kedepan bakal diupdate sebulan sekali. Masukan dari temen-temen sekalian terbuka banget lho untuk penulisan novel ini.

Tujuan utama dari proyek tulisan ini adalah untuk menambah dan mengasah kemampuan saya dalam berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Serta sebagai batu pondasi untuk memupuk popularitas dalam pemilihan caleg di pemilu yang jauh akan datang. Oke yang terakhir agak mengada-ngada. Terakhir nih, jangan sungkan dong untuk komentar, ngomong apa aja dikomentar akan saya jawab. Ga perlu login kok, cuma perlu nulis nama atau email supaya saya tahu siapa yang komen.

Thanks.

5 alasan kenapa masa-masa akhir perkuliahan itu paling kelabu

Standard

Hi semua, gw lagi mau ngeblog soal jaman gw kuliah dulu nih. :3

Kalo dipikir-pikir dari masa-masa perkuliahan, yang paling kaga seru itu pas semester terakhir (buat yang 3.5) ato tahun terakhir (buat yang 4). Hal ini bukan tanpa alasan sebenarnya, dan alasannya pun wajar dan harusnya bisa dimaklumin. Oke, mulai aja deh masuk ke list. (Yay, everybody loves list)

1. Di masa-masa ini lo yang paling tua

Dengan asumsi tingkat kelulusan mendekati 90%, itu berarti kebanyakan senior lo udah pada lulus. Sisanya yang 10% pun timbul tenggelam. Ya udah, terima aja, lo yang paling tua sekarang. Salah satu hal yang ga enak dari mahasiswa tua adalah, kita lebih gengsi terhadap sekitar kita. Misalnya pas makan siang. Mahasiswa yang paling senior paling males duduk bareng ama junior, apa lagi junior yang ga perna minta tanda-tangan. Ini yang bikin mahasiswa tua itu merasa sepi tiap harinya. Padahal lo juga ngarep banget kan dideketin ama junior. #hukshuks

2. Lo ga sejago waktu lo masih muda dan giat-giatnya belajar

Beberapa junior kadang-kadang datang ngucluk2 ke elo dalam beberapa kali kesempatan. Tentunya pas lo lagi ga sibuk. Karena mereka tahu bahwa lo itu asdos pada mata kuliah tertentu, mereka cenderung bertanya juga ke elo soal mata kuliah lain. Nah, mahasiswa senior itu sayangnya suka banyak lupa materi2 tahun pertama atau tahun kedua. Garuk-garuk pala deh lo. Nih junior pun mulai nyium kalo lo sebenarnya ga gitu ngebantu. Mereka pun nyari-nyari kesempatan buat undur diri. Hehehe, kalo soal pelajaran mata kuliah tahun pertama dan tahun kedua, mahasiswa tahun ketiga ini sedang jago-jagonya. Otak mereka masih kenceng. Mahasiswa senior ini kadang2 ngiri sama mahasiswa tahun ketiga. Mereka kangen otak mereka yang cemerlang dan skill analisa yang mereka miliki dulu sewaktu berada di tahun ketiga. Belom lagi citra mereka yang meningkat waktu dicari-cari junior buat minta assistance.

3. Dari awal kuliah lo termasuk orang yang lebih gaul ke senior

Oke, ini yang lumayan sedih. Jaman dahulu kala, waktu lo masih lucu-lucunya, lo suka sksd sama senior. Nanya2 kuliah lah, minta diajarin ini itu lah, pengen diatur senior lah. Pokoknya lo suka banget interaksi sama orang yang lebih berpengalaman. Nah, sekarang lo pun sadar kalo lo adalah yang paling senior. Memulai interaksi dengan junior satu tahun kebawah pun sudah telat. Mereka terlanjur ga ngenal lo. Sakit banget kan.

4. Temen-temen lo udah pada caur kemana-mana

Ini sedih juga sih. Lu cuma bisa ketemu sama temen-temen satu angkatan kalo lagi makan siang bareng. Itu pun biasanya bersyukur banget kalo bisa makan siang bareng. Bayangin ya, jam pelajaran mahasiswa tingkat akhir itu ga mahasiswai banget. Si A kuliah Senin Jumat, si B, Selasa Kamis, si C, Senin Rabu, etc. Itu pun kuliah hari yang sama tapi si D jam 10 kelar dan pulang sedang si E baru masuk jam 2. Lo bakal kangen banget deh sama temen2 lo satu angkatan.

5. Ga bebas nge-hedon

Lo masih niat ngehedon? Ya ga papa sih. Ngehedon bareng teman2 boleh boleh aja. Tapi, kalo inget skripsi, lo bakal mikir 2 kali deh buat hedon. Apalagi dengan koreksian segambreng dengan asumsi lo sambil kerja banting tulang jadi asdos. Atau riset-riset yang harus dilakukan dan baca paper buat dipresentasiin. Belom lagi kalo lo punya banyak proyek sampingan sebagai ajang pembuktian bahwa mata kuliah-mata kuliah yang lo ambil 3 tahun terakhir itu ada gunanya. Oh iya… don’t forget about lots of competition you join. Apa lagi ya… hmmm, masih mikir mau ngehedon?

Cukup segitu dulu deh listnya. Kalo dipikir-pikir emang kelabu banget masa-masa akhir perkuliahan. Mahasiswa tahun akhir itu seperti dikodratkan untuk hanya bergaul dengan komputer.

Nah, gimana sih waktu tahun2 akhir perkuliahan lo dulu? Seru-seru aja atau persis kaya yang gue paparin. Sharing dong di comment 🙂